BANJIR TERPARAH AWAL TAHUN 2021 MELANDA KALSEL

Pada pukul 02.00 dini hari di bulan januari, saat itu kami lagi tidur pulas tiba tiba saja terperanjat kaget dibangunkan oleh gedoran pintu, ditimpali juga suara seseorang yang tengah memanggil kami dari balik pintu rumah. Antara masih setengah sadar, ditambah rasa heran. Nyeletuklah dalam hati, Kok ada orang ngetuk pintu tengah malam begini ya, hujan lagi, ada yang gak beres kayaknya atau orang gila kali ya tengah malem bangunin orang…..eeemmm terlintaslah sekilas dalam pikiran negatif kami, ya wajar kan ada rasa khawatir jadi mikirnya aneh-aneh gitu, gak kebayang aja kalau baru kali ini ada ya orang tengah malem tereak-tereak dari luar pake gedor pintu sumpah deh pasti bikin kagetlah.

Ketika itu kami hanya berbisik dan beranjak bangun dari tempat tidur, dengan berjalan melangkah menghampiri pintu, lalu sebentar kami mengintip di sela sela gorden jendela untuk memastikan siapa orang yang memanggil kami, setelah dipastikan dan ternyata orang itu adalah tetangga sebelah rumah kami yang berdiri di depan teras pintu rumah (dalam hati bertanya, ada apa ya, sepertinya ada sesuatu yang penting banget) karna rasa penasaran, dan gak pake mikir panjang kami langsung menyahut sambil membukakan pintu, namun tanpa ada basa-basi ba.. bi.. bu.. be.. bo… tetangga inipun langsung berucap menyatakan bahwa tempat kita semua udah darurat air. Sentak kejadian ini mengagetkan kami kembali lagi, tentu saja kaget bukan main plus mata masih setengah merem jadi melek merem setengah berkunang-kunang hahaha….dan kami pun menyaksikan kenyataan itu dengan melihat di sekeliling rumah dan sekitarnya, semuanya benar-benar disulap jadi kolam renang, ada pun barang yang ada di halaman itu ikut mengapung terbawa air, dan tanaman hias yang ditaruh disitu juga ikut terendam air. Dan tak luput terdengar suara berisik yang cukup mengusik telinga, kamipun menengok kanan, kiri, depan, dan-dan nya lagi suara itu ternyata berasal dari semua tetangga yang mulai beramai-ramai mengungsikan barang milik mereka seperti kendaraan, dan lain-lainnya ke tempat yang lebih tinggi, karna sebagian udah terendam air setinggi lebih lutut orang dewasa, dan kejadiannya pun tengah malam dan gelap, lampu jalanan sekitar cuma sedikit dan kecil tidak cukup untuk menerangi disekitar itu untuk melihat lebih jelas dan masih diiringi juga dengan gerimis mengundang yang dipakein formalin, dan bibir ini pun kelu dan hati ini rasanya nano-nano, habis sudah kata-kata dengan sigap pula kami juga mulai mengikuti jejak tetangga harus merepotkan diri mengungsikan barang-barang itu ketempat yang lebih aman dari genangan air. Beruntungnya juga rumah kami agak tinggi jadi yang tergenang cuma sampai di halaman dan jalanan sekitarnya.

Besoknya, lebih terkejut lagi hampir semua di wilayah banjarmasin tergenang banjir dan tidak hanya itu kami melihat di sosial media banyak berita-berita kebanjiran didaerah lain di kalsel yang mengalami banjir besar dan lebih parah dari kota banjarmasin, beberapa bangunan rumah roboh di terjang banjir dan ketinggian airnya udah mencapai atap rumah dan sebagian lainnya ada yang tenggelam, beberapa akses jalan rusak dan jembatan terputus, sungguh miris melihat kejadian memilukan diawal tahun ini dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Di akhir tahun 2020 di bulan desember sampai memasuki awal tahun baru biasanya intensitas curah hujan meningkat, tak terkecuali daerah-daerah di kalsel. walaupun begitu kota banjarmasin tidak sampai mengalami kebanjiran. Disamping hujan yang terus-menerus debit air yang meninggi sehinggi menjadikan wilayah ini sebagai banjir kiriman. Sebenarnya tidak mengherankan juga dengan banjir yang ada di kalsel karna tahun-tahun sebelumnya daerah kalsel sering mengalami banjir, tapi hanya beberapa wilayah saja yang sudah menjadi langganan banjir. Wilayah yang mengalami banjir terparah yakni barabai, martapura, pelaihari dan tanah bumbu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Menarik Lainnya